Jumat, 08 April 2011

Asisten Wasit Pingsan di Lapangan, Pertandingan Persebaya-Perseru Dihentikan

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Asisten wasit yang bertugas pada pertandingan kompetisi Divisi Utama antara tuan rumah Persebaya melawan Perseru Serui Papua, Kamis petang, pingsan di pinggir lapangan sehingga membuat laga sempat dihentikan.
Peristiwa pingsannya asisten wasit bernama Kusumo Widodo itu terjadi saat laga memasuki menit ke-56 atau tepat waktu Mahgrib. Sebelum jatuh tergeletak, dia terlihat kejang-kejang dan dari mulut keluar busa.
Saat itu juga pertandingan langsung dihentikan wasit, untuk memberi kesempatan tim medis memberikan pertolongan. Kusumo Widodo kemudian dilarikan ke RS Dr Soewandhi Surabaya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Stadion Gelora 10 Nopember Tambaksari yang menjadi tempat pertandingan.
Belum diketahui secara pasti penyebab pingsannya asisten wasit tersebut. Dugaan sementara, kondisi fisik Kusumo Widodo sedang kelelahan saat menjalankan tugas. "Kejadian seperti ini sangat jarang. Apa dia tidak menjalani tes medis dulu sebelum memimpin pertandingan," tanya dokter tim Persebaya 1927 (LPI), dr Heri Siswanto, saat menyaksikan laga tersebut.
Menurut Heri, dari tanda-tanda yang terlihat pada asisten wasit tersebut, ada dugaan Kusumo Widodo mengidap semacam penyakit epilepsi. "Itu analisa saya kalau melihat gejala yang tampak. Untuk pastinya, biar tim dokter rumah sakit yang menjelaskan," tambahnya.
Ketua Panpel Persebaya Divisi Utama, Wastomi Suheri, yang dikonfirmasi terpisah juga belum bisa memastikan penyebab pingsannya asisten wasit tersebut. "Kami juga masih menunggu laporan dari tim medis Rumah Sakit Soewandhi," ujarnya.
Pada pertandingan itu, Persebaya meraih kemenangan tipis 1-0 melalui gol Charles Orock saat laga baru berjalan enam menit.
Laga Persebaya melawan Perseru yang seharusnya digelar pukul 15.30 WIB, harus molor dan baru dimulai pukul 16.17 WIB akibat ketidaksiapan panitia penyelenggara. Pengawas pertandingan tidak segera mengizinkan laga dimulai, karena tim medis yang disiapkan panpel tidak lengkap, termasuk mobil ambulans.

Sumber : Yahoo

Perubahan Iklim Tingkatkan Populasi Ulat Bulu

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--Perubahan iklim terutama temperatur lingkungan ikut mempengaruhi populasi ulat bulu, karena temperatur yang meningkat dapat mempercepat siklus hidup ulat itu, kata pakar hama dan penyakit tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Suputa. "Meningkatnya populasi ulat bulu juga disebabkan semakin berkurangnya musuh alami, seperti burung, parasitoid, dan predator lain," katanya dalam diskusi Fenomena Wabah Hama Ulat Bulu di Jawa Timur, di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, akibat tingginya populasi, serangan ulat bulu di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, semakin memprihatinkan. Ulat bulu tidak hanya menyerang daun mangga di Kecamatan Bantaran, Leces, Sumberasih, dan Tegalsiwalan, tetapi juga memasuki rumah penduduk. "Daun mangga varietas Manalagi di daerah itu habis dimakan ulat bulu. Pohon mangga tinggal ranting dan batangnya," katanya.
Ia mengatakan, ulat bulu tersebut lebih memilih menyerang daun mangga Manalagi dibanding varietas pohon mangga lain. Pemilihan inang itu dilakukan ulat bulu dewasa saat meletakkan telur. "Ulat bulu bukan termasuk kupu-kupu, tetapi sebangsa ngengat. Diduga ngengat ulat bulu itu yang meletakkan telur pada celah kulit pohon mangga atau di bawah daun," katanya.
Menurut dia, serangan ulat bulu tersebut bukan fenomena baru, karena sebelumnya pernah terjadi serangan serupa. Bahkan, pernah terjadi tanaman lombok se-Jawa yang layu menguning akibat serangan hama tanaman. "Terdapat dua spesies ulat bulu yang menyerang daun mangga di Probolinggo, yakni arctornis sp dan Lymantria atemeles Collenette. Ulat bulu itu bersifat nokturnal, yakni ulat yang aktif pada malam," katanya.
Ia mengatakan tidak mengherankan jika pada malam sering terdengar seperti suara hujan, padahal saat itu sesungguhnya ulat bulu sedang memakan daun-daun mangga. "Jika serangan ulat ini dibiarkan, maka akan banyak pihak mengalami kerugian. Selain ketakutan juga kerugian secara ekonomi," katanya.
Oleh karena itu, pengendalian terhadap populasi ulat menjadi langkah yang harus segera dilakukan. Terlebih kemampuan produksi telur ulat betina mencapai 70-300 butir per ulat. "Pengendalian hama terpadu dengan pendayagunaan musuh alami, burung, parasitoid, perangkap lampu UV, dan penggunaan perangkap feromon seks perlu dilakukan," katanya.

Sumber : Yahoo

Sekitar Hidup

Kalau bicara tentang perjalanan hidup ini pasti gak ada abis nya, tentang air mata, tawa, suka, duka, benci, pertemanan, musuh-musuhan pokok nya lengkap semua nya. Ada satu lagi yang ketinggalan, cinta. Gak mungkin kita gak punya cinta di hidup ini, biar pun cuma sementara tapi tetap merasakan yang nama nya cinta. Teman gw di kampus pernah bilang :

"Wanita cantik itu banyak, tapi cuma satu yang kita cinta"

Kalimat nya simpel tapi makna nya dalem juga, gak nyangka tmn gw bisa bilang kayak gitu, haha. Kalo ngomongin cinta juga gak bakal ada habis nya. Yang pasti di hidup ini kita punya yang nama nya cinta, bosen juga ngomongin cinta ujung-ujung nya galau.

Selain cinta kita pasti juga punya yang nama nya teman. Pasti kita punya teman, tapi kalo sahabat gw kurang yakin. Gw adalah orang yang tidak percaya dengan yang nama nya sahabat, gak tau kenapa tapi yang jelas sahabat itu gak ada dalam hidup gw. gw cuma percaya teman, dan alhamdulilah gw punya temen-temen yang asik, gokil, baik, dan (perlu di garis bawahi) geblek-geblek haha, dan mereka yang di garis bawahi tadi adalah teman-teman SMA gw.

Hidup itu indah, jangan di sia-siain mumpung masih muda jangan segan mencoba hal-hal baru, tapi jangan yang negatif..

"This is my life and i love my life"


Kamis, 07 April 2011

Sutiyoso Janji Berantas Mafia Wasit


Mantan Gubernur DKI Jakarta dan calon Ketua umum PSSI, Sutiyoso (kiri) diterima direktur IndoPos Don Kardono saat berkunjung ke redaksi Jawa Pos / IndoPos di Graha Pena Jakarta, Rabu 6 April 2011. Foto; Agus Wahyudi / Jawa Pos
JAKARTA — Memberantas mafia wasit yang mengatur hasil pertandingan dalam kompetisi sepakbola nasional merupakan tugas Ketua Umum PSSI mendatang. Menurut Sutiyoso alias Bang Yos, salah satu kandidat Ketum PSSI, mafia wasit memang benar-benar ada.

Ia pun merasa pernah menjadi korban dari mafia wasit saat masih menangani Persija Jakarta. “Pernah waktu pertandingan Persija lawan Persebaya. Waktu itu kalau imbang saja Persija sudah menjadi juara tapi akhirnya kalah karena gol Persebaya jelang pertandingan berakhir,” paparnya dalam diskusi bersama sejumlah wartawan di redaksi Indo Pos, grup JPNN, Rabu (6/4).

Ia menduga, pengaturan hasil pertandingan ikut melibatkan pemain. “Waktu itu penyerang Persebaya menciptakan gol dengan cara sederhana dan penjaga gawang Persija yang berkulit hitam tak bisa menggagalkan gol sederhana itu,” jelasnya.

“Habis gol itu tercipta, wasit pun langsung membunyikan peluit tanda pertandingan telah berakhir,” kata Bang Yos, kesal.

Bila terpilih menjadi Ketum PSSI, ia berjanji akan memberantas keberadaan para oknum yang sering melakukan pengaturan skor. “Ngak usah khawatir, saya sikat habislah kalau merugikan sepakbola,” janjinya.

Saat itu, ia juga menyoroti soal keberadaan para pemain naturalisasi yang kini banyak diidolakan pecinta sepakbola nasional. Bang Yos kurang setuju bila timnas terlalu mengandalkan pemain naturalisasi. “Itu jalan pintas. Sepertinya kita tak punya kebanggaan, harga diri. Cuma (andalkan) bule,” nilainya.

Menurutnya, akan lebih baik bila memaksimalkan para pemain lokal. Tentu saja dengan pembinaan yang baik sehingga menghasilkan pesepakbola handal. “Kita rangsang anak-anak muda kita dengan penghasilan besar. Biar nanti ada yang berpikir ingin jadi seperti Bambang Pamungkas supaya dapat gaji 1 miliar,” katanya.

Terlalu banyaknya pemain asing dalam kompetisi lokal pun tak luput dari pengamatannya. Ia mengatakan, bila terpilih menjadi ketum, jatah 5 pemain asing dalam setiap klub akan dikurangi secara bertahap. “Mungkin idealnya 3 pemain saja di tiap klub, itupun kalau ada yang direkrut harus betul-betul bagus,” katanya.(sto/jpnn)

Sutiyoso Usul ISL dan LPI Disatukan

JAKARTA — Mantan Gubernur DKI Jakarta yang disebut-sebut sebagai kandidat ketua umum PSSI, Sutiyoso, menyarankan agar Liga Primer Indonesia (LPI) dan Liga Super Indonesia (LSI) disatukan. Diharapkan, dengan penyatuan itu maka akan diketahui klub mana yang lebih unggul kualitasnya, apakah yang merumput di LPI atau LSI.

Hal itu disampaikannya Sutiyoso dalam diskusi di redaksi Indopos (JPNN Group), Rabu (6/4). “Sebaiknya disatukan dan kita uji kualitasnya,” kata Bang Yos, sapaan Akrab Sutiyoso.

Setelah disatukan dan diuji kualitasnya, maka klub yang kualitasnya rendah bisa diturunkan. “Mana yang kualitasnya tidak bagus, diturunkan divisinya,” cetusnya.

Terkait keberadaan LPI yang tidak pernah diakui PSSI kubu Nurdin Halid, Sutiyoso mengatakan, PSSI nantinya bisa melihat lebih jauh, bagaimana kompetisi yang dikatakan ilegal itu ternyata bisa berjalan tanpa APBD. “Kalau untuk segera menghentikan penggunaan APBD untuk klub akan berat. Harus perlahan dan dana untuk klub dikurangi sedikit demi sedikit. Sambil komite klub mencari dana dari luar,” katanya.(sto/jpnn)

Untuk Para Pencipta Keindahan

Seni, sebuah keindahan yang tak bisa di nilai dengan angka, hanya hati yang bisa menilai. Setiap manusia mempunya jiwa seni entah itu musik, seni rupa, seni tari, atau seni lensa mungkin. Yang jelas di hidup ini penuh dengan rasa seni, keindahan seni yang luar biasa membuat kita jatuh dalam rasa akan cinta terhadap seni. Mungkin di Indonesia ini seni yang paling di gemari adalah seni musik.

Pada beberapa tahun belakangan sampai sekarang banyak bermunculan band-band baru di industri musik tahan air, jumlah nya pun sangat banyak. Sepertinya sangat mudah untuk terkenal saat ini, kita hanya cukup membuat beberapa lagu lalu rekaman dan di pasarkan. Tapi sayang banyak di antara bend-band tersebut yang hanya "numpang lewat" lantaran mereka tidak mampu bersaing dengan band-band lain nya.

Dari sekian banyak band tersebut hanya beberapa yang bisa bertahan dan nyantol di hati para penikmat musik. Itu karena mereka yang bertahan adalah para musisi yang punya musikalitas tinggi, tidak seperti yang lainnya hanya sekali-dua kali masuk TV lalu tak ada kabar lagi.

Terkadang saya khawatir melihat pertumbuhan musik di Indonesia ini, mereka para pemeran seni musik terkadang hanya asal saja dalam membuat karya lagu nya itu sendiri. Saya memang bukan ahli nya dalam musik, tapi saya bisa merasakan dan memilah-milah mana lagu yang punya rasa seni tinggi dan mana lagu yang asal buat.  Saya juga pernah menciptakan sebuah lagu, tidak gampang memang tapi saya tidak mau jika lagu itu di nilai orang asal buat. Saya harus memperhatikan banyak hal dan juga harus minta bantuan beberapa rekan (mungkin karana saya tidak pandai mencipta lagu).

Sebuah harapan dari saya agar musik Indonesia bisa menjadi musik yang benar-benar berseni bukan musik untuk nyari duit. Pesan saya untuk para musisi tanah air :

"Kalian adalah seniman, para pembuat seni. seni itu adalah keindahan, dan kalian adalah yang menciptakan keindahan."

Rabu, 06 April 2011

Priitt.. Kartu Merah

Dalam sepak bola jika ada pemain yang melakukan pelanggaran keras akan mendapatkan kartu merah, dan jika mendapatkan kartu merah berarti pemain tersebut tidak bisa melanjutkan pertandingan atau di usur dari lapangan. Langsung aja kita lihat pemain-pemain yang dapet hadiah sepesial dari wasit, kartu merah.











 



Sumber Gambar : Google